Kamis, 06 September 2012

YANG SEGAR-SEGAR UNTUK OTAK BUGAR


Setelah kita telaah berbagai macam zat yang dapat meningkatkan kinerja otak , sekarang secara lebih spesifik akan dibahas beberapa jenis buah dengan kandungan zat-zat tersebut. Menurut ahli kesehatan David Perlmutter, MD yang merilis buku berjudul 'The Better Brain Book', bagian tubuh paling sensitif terhadap serangan radikal bebas adalah otak. Oleh karena itu sangatlah penting mengkonsumsi makanan dengan kadar antioksidan tinggi yang mampu melawan radikal bebas baik pada tubuh maupun otak. Beberapa buah berikut ini contohnya, selain mampu menangkal serangan radikal bebas juga dapat  membantu meningkatkan kemampuan otak.

Jenis Berry
Beberapa jenis berry seperti stroberi atau blueberry dipercaya bermanfaat bagi kesehatan otak. Hasil penelitian Dr. Elizabeth Devore bersama timnya dari Harvard Medical School menemukan, wanita yang lebih sering mengonsumsi blueberry dan stroberi punya memori yang lebih baik saat mereka memasuki usia senja.
Hmmm.. mengapa bisa begitu? Hal ini disebabkan di dalam buah tersebut terkandung zat bernama anthocyanidins, salah satu jenis antioksidan. Antioksidan tersebut dipercaya membawa manfaat untuk mencegah kerusakan dan membantu memperbaiki sel-sel otak.
Apel
Buah apel, yang dikenal banyak manfaat, juga bisa membawa pengaruh baik untuk kesehatan otak. Zat quercetin yang terkandung dalam buah apel ternyata bisa membantu melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan otak ini jika tidak dicegah bisa menyebabkan risiko terkena penyakit Alzheimer.
So, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi apel paling tidak satu buah dalam sehari. Selain baik untuk otak, apel juga dikenal kaya akan antioksidan yang baik untuk pertahanan tubuh. Terutama apel merah. Menurut penelitian oleh lembaga Agriculture and Agri-Food dari Kanada, apel merah memiliki kandungan antioksidan paling tinggi dibanding warna lain yang lebih pucat.
Jeruk
Buah yang satu ini terkenal memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C sangat berperan penting sebagai pelindung yang baik untuk tubuh dari berbagai penyakit. Namun, zat apa yang menyebabkan jeruk juga sangat baik untuk suplemen otak? Ternyata kandungan flavonoid dalam jeruklah yang bermanfaat untuk otak. Flavonoid inilah yang mampu melawan efek buruk radikal bebas yang membahayakan otak.
Delima
Delima (atau yang kini populer dengan sebutan buah pome) juga bisa jadi salah satu pilihan.
Delima mengandung antioksidan tinggi yang mampu melawan serangan radikal bebas. Umumnya buah ini dikonsumsi dalam bentuk jus, namun perlu diperhatikan jika memilih meminum jus yang sudah jadi. Pelajari komposisi bahan dan jumlah kalori dalam satu gelas jus tersebut. Umumnya jus tersebut telah dicampur dengan gula serta bahan lain yang membuat rasanya lebih nikmat. Karena itu pastikan berapa gelas yang bisa kita minum agar tak melebihi  kebutuhan kalori harian.
Alpukat
Alpukat memang tergolong buah berlemak. Namun konsumsi dalam jumlah yang tepat bisa membantu Anda melancarkan aliran darah. Lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat inilah yang menyebabkan aliran darah lancar. Aliran darah yang lancar tentunya bisa membantu membuat otak lebih sehat.
Manfaat lain avokad adalah membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah yang sehat tentunya juga baik untuk peningkatakan kualitas otak. Tetapi batasi konsumsi dalam satu hari. Karena mengandung kalori yang tinggi, cukup nikmati 1/4 sampai 1/2 buah avokad dalam sehari. Sebisa mungkin tanpa tambahan kalori dari gula atau susu.
Tomat
Buah yang satu ini memiliki kandungan lycopene yang tinggi. Lycopene merupakan salah satu jenis antioksidan. Tim peneliti dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengatakan, salah satu sebab penuaan otak adalah karena kekurangan lycopene dan zeaxanthin dalam tubuh. Dua jenis antioksidan ini banyak ditemukan dalam buah dan sayur, salah satunya tomat. Studi ini dilakukan sejak tahun 1991 dan melibatkan 1400 orang dalam rentang usia 60-70 tahun.
Jadi, tunggu apa lagi, selalu sediakan buah-buahan segar tersebut dalam lemari es kita. Mulailah hidup sehat secara alami dari sekarang, let’s love the fruits! ^_^
(berbagai sumber)

Rabu, 05 September 2012

MAKANAN SUPER UNTUK OTAK


Otak merupakan salah satu bagian terpenting dari tubuh yang menjadi pusat dari semua aktivitas manusia. Oleh karena itu, otak memerlukan asupan makanan sehat untuk membuatnya bekerja optimal. Lalu, apa saja zat penting yang berperan besar dalam memelihara kesehatan otak kita? Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang berguna bagi kesehatan otak.
Asam Lemak Omega 3
Memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 mampu mengontrol depresi dan stres. Selain itu, makanan yang kaya akan omega 3 juga sangat dianjurkan bagi siapa pun yang ingin memiliki memori dan konsentrasi yang tajam. Zat ini banyak terkandung dalam bahan makanan seperti minyak ikan, minyak zaitun, bawang putih, ikan tuna, kalkun, salmon, telur, nasi, sereal, dan pasta.
Vitamin B Kompleks
Kelompok vitamin B kompleks terdiri dari delapan vitamin berbeda yaitu vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (pantothenic acid), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), dan B12 (kobalamin). Perbanyaklah mengkonsumsi makanan atau multivitamin yang mengandung vitamin B kompleks yang membantu meningkatkan fungsi otak. Vitamin ini membantu tubuh mengkonversi kolin, yaitu asam amino yang ditemukan dalam sumber makanan menjadi asetilkolin, yaitu neurotransmiter kimia yang membantu dalam memori dan proses belajar. Salah satunya adalah tiamin yang sangat bagus untuk siapa pun yang berusaha untuk meningkatkan daya ingat.Vitamin B kompleks ini banyak terdapat dalam kentang, brokoli, bayam, jamur, pisang, melon, rumput laut, kacang kedelai, telur dan kacang almond.
Gandum Utuh
Beberapa makanan olahan dari gandum utuh antara lain roti gandum, oatmeal, beras merah, dan millet merupakan makanan sumber energi utama untuk tubuh dan otak. Makanan ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke otak yang berarti menunjang kualitas dan kuantitas fungsi otak.
Karbohidrat
Jangan salah, ternyata otak kita juga perlu asupan karbohidrat yang cukup untuk tetap dapat bekerja optimal. Tubuh mengubah karbohidrat kompleks dalam makanan menjadi glukosa, kemudian tubuh akan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk meningkatkan kewaspadaan, fungsi memori dan konsentrasi. Beberapa makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks antara lain beras merah, apel, pisang, kismis, biji-bijian, dan kecambah.
Setelah mengetahui beragam makanan yang penting untuk otak kita, maka jangan ragu untuk selalu mengkonsumsi dan menyimpannya dalam dapur dan lemari es anda, let's start feed the brain ! ^_^
(berbagai sumber)

Sabtu, 26 Mei 2012

Bahaya Tersembunyi Parasetamol, Hati-Hati !


Selama bertahun-tahun konsumen merasa aman dalam memilih parasetamol sebagai obat pereda sakit. Berbeda dengan painkiller jenis ibuprofen atau asetosal (asam asetilsalisilat), parasetamol tidak menyebabkan peradangan. Karena itulah obat ini sering dianggap aman. Tetapi faktanya, studi terbaru menunjukkan parasetamol dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan liver, bahkan kematian.

Parasetamol merupakan obat analgesik yang populer digunakan untuk melegakan sesak napas, demam, atau sakit ringan. Namun baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan akan banyaknya obat penghilang rasa sakit (painkiller) yang dijual bebas dan mengandung parasetamol, bisa membahayakan karena berpotensi merusak liver (Hasibuan, 2009).
Tak disangka, ternyata penggunaan parasetamol dalam jangka waktu panjang dan terus menerus dapat menimbulkan akibat fatal bagi kesehatan. Apa saja bahaya yang ditimbulkan dari parasetamol? Bagaimana cara menggunakan parasetamol dengan aman? Berikut akan dijabarkan mengenai seluk beluk parasetamol, dampak negatif, dan cara aman serta dosis yang dianjurkan dalam penggunaannya.

Parasetamol  Di Mata Masyarakat
Acetaminophen atau parasetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. Setiap kali menderita demam, parasetamol sudah pasti akan menjadi obat yang paling dicari untuk menurunkan panas badan. Kalau di dunia blog kita sering mendengar istilah seleb blog maka di dunia obat, parasetamol bisa kita masukan ke dalam seleb drug alias seleb obat.
Obat yang mempunyai nama generik acetaminophen ini, dijual di pasaran dengan ratusan nama dagang. Beberapa diantaranya adalah Sanmol, Pamol, Fasidol, Panadol, Itramol dan lain lain. Cukup banyak pilihan bukan? Namun tidak usah khawatir walaupun dengan nama dagang, harga obat ini termasuk terjangkau bagi semua kalangan.
Parasetamol utamanya digunakan untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh karena infeksi atau sebab yang lainnya. Disamping itu, parasetamol juga dapat digunakan untuk meringankan gejala nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. Jadi, tidak perlu heran bila suatu saat diberikan parasetamol oleh dokter untuk mengatasi sakit kepala atau sakit gigi.
Parasetamol sering dikombinasikan dengan aspirin untuk mengatasi rasa nyeri pada rematik sebab parasetamol tidak mempunyai efek anti inflamasi seperti aspirin sehingga bila kedua obat ini digabung maka akan didapatkan sinergi pengobatan yang bagus pada penyakit rematik. Parasetamol aman diberikan pada wanita hamil dan menyusui namun tetap dianjurkan pada wanita hamil untuk meminum obat ini bila benar benar membutuhkan dan dalam pengawasan dokter (Tahitian, 2010).
Hampir setiap obat sakit kepala dan demam yang dijual secara bebas pasti mengandung parasetamol, hanya saja kadarnya yang berbeda.Memang diakui, parasetamol terbukti sangat efektif untuk menghilang rasa nyeri dalam waktu singkat.
Parasetamol memang sangat manjur untuk menghilangkan rasa sakit kepala, pusing atau demam. Tapi, dibalik keampuhannya tersebut, ternyata menyimpan bahaya yang cukup besar yang bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Penelitian Mengenai Bahaya Parasetamol
Penggunaan parasetamol secara berlebihan atau sering, bisa menimbulkan efek samping dikemudian hari. Seperti yang ditulis di jurnal Lancet, dua penelitian telah menemukan bahwa penggunaan parasetamol dalam intensitas yang cukup sering, dapat meningkatkan resiko anak terkena asma dan eksim ketika mereka berusia 6 atau 7 tahun.
Pada penelitian yang pertama, para peneliti menemukan, dari 205.000 anak, yang menggunakan parasetamol di tahun pertama kehidupan mereka ternyata meningkatkan risiko terkena asma pada usia 6 atau 7 tahun sebesar 46 persen, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya (Sunanda, 2010).
Satu teori yang dikemukakan oleh para peneliti mengenai hubungan antara parasetamol dengan asma adalah antioksidan. Parasetamol mampu mengurangi kadar antioksidan dalam tubuh. Padahal, antioksidan sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan radikal bebas yang masuk ke tubuh kita dan mencegah kerusakan. “Parasetamol dapat mengurangi kadar antioksidan dan itu dapat menimbulkan stres pada paru-paru dan menyebabkan asma,” kata Richard Beasley di Medical Research Institute of New Zealand, seperti dikutip dari Reuters. 
Sama halnya pada asma. Penggunaan parasetamol dapat melipat gandakan risiko eksim, bersin yang terus-menerus, bunyi napas sengau, dan sakit tenggorokan, ketika anak berusia 6 atau 7 tahun (Hasibuan, 2009).
Oleh sebab itu, para peneliti sangat mendukung pedoman yang diberikan oleh WHO, yang merekomendasikan parasetamol tidak boleh digunakan secara rutin. Sebaiknya parasetamol hanya digunakan untuk anak-anak yang mengalami demam tinggi (38,5 derajat Celcius atau lebih).
Bila karena suatu sebab yang tidak jelas pasien bandel minum obat ini melebih dosis maksimum tadi maka jangan heran bila kelak terjadi kerusakan hati yang fatal. Gejala kerusakan hati yang perlu mendapatkan perhatian dan harus segera ke dokter antara lain : mual sampai muntah, kulit dan mata berwarna kekuningan, warna air seni yang pekat seperti teh, nyeri di perut kanan atas, dan rasa lelah dan lemas.
Beberapa reaksi alergi yang dilaporkan sering muncul antara lain : kemerahan pada kulit, gatal, bengkak, dan kesulitan bernafas/sesak. Seperti biasa, bila mengalami tanda tanda diatas setelah minum parasetamol, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Bagi penderita penyakit asma dan penyakit paru obstruktif menahun atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD) dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru. Hasil ini berdasarkan data survei yang dikumpulkan oleh 'Third National Health and Nutrition Examination Survey' dari tahun 1988-1994 pada sekitar 13.500 orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka semua memberikan informasi akan obat yang dipakai yaitu Aspirin Parasetamol dan Ibuprofen (Hasibuan, 2009).
Dari data survey ini terlihat bahwa mereka yang menggunakan obat Parasetamol, mengalami resiko untuk menderita Asma dan COPD yang lebih tinggi. Dan pada penggunaan Parasetamol rutin setiap hari atau penggunaan lebih besar,
Penelitian yang dilakukan pada hewan, dosis tinggi dari Parasetamol akan menurunkan kadar dari salah satu antioksidan yang penting, yaitu Glutathion, yang ada pada jaringan paru. Jadi,kemungkinan gangguan paru yang terjadi akibat pemakaian rutin Parasetamol disebabkan karena terjadi penurunan Glutathion, yang menyebabkan peningkatan resiko dari kerusakan jaringan paru dan peningkatan dari penyakit pernafasan.Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya, yang menyatakan bahwa penggunaan Parasetamol dapat meningkatkan resiko yang berat bagi penderita asma.
Bahaya Parasetamol atau yang disebut juga Asetaminofen, ternyata tidak hanya menyerang paru-paru saja, termasuk juga ginjal bila digunakan dalam waktu yang lama. Kebiasaan menggunakan Parasetamol, terutama bagi kaum wanita untuk menghilangkan nyeri seperti pada saat haid, dinilai sangat membahayakan. Penelitian ini dilakukan terhadap 1.700 wanita yang diteliti selama lebih dari 11 tahun, yang mengalami penurunan fungsi filtrasi ginjal sebesar 30 persen. Dari penelitian terlihat bahwa wanita yang mengkonsumsi Parasetamol sebanyak 1.500 - 9.000 butir selama hidupnya, berisiko untuk mengalami gangguan ginjal sebesar 64 persen (Sunanda, 2010).
Sedangkan untuk mereka yang mengkonsumsi lebih dari 9.000 tablet, risiko ini meningkat hingga dua kali lipat. Tapi penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara gangguan fungsi ginjal dengan Aspirin atau obat pereda nyeri/inflamasi lainnya seperti golongan anti inflamasi non-steroid (Hasibuan, 2009).

Dosis Aman Penggunaan Parasetamol
Sebelumnya menurut rekomendasi FDA dosis aman mengonsumsi parasetamol tidak lebih dari 4000 mg dalam jangka 24 jam bagi orang dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun. Jika tidak ada masalah di organ hati, dosis maksimum parasetamol untuk orang dewasa adalah 4 gram (4000mg) per hari atau 8 tablet parasetamol 500mg (Hasibuan, 2009).
Sayangnya karena parasetamol termasuk obat yang mudah didapat, overdosis obat baik sengaja atau tidak sering terjadi. Misalnya saja orang yang menderita arthritis atau nyeri sendi yang dengan mudah mengalami overdosis bila ia mengonsumsi obat arthrtitis tiap 4 atau 6 jam dan ditambah obat penghilang nyeri lainnya yang mengandung parasetamol dan biasanya dijual bebas. Obat nyeri sendi seperti tylenol mengandung 325 mg parasetamol dan 500 mg untuk jenis ekstra kuat.
Untuk menghidari efek samping tersebut, FDA menurunkan dosis aman parasetamol, yakni 3.250 mg untuk orang dewasa (sebagian ahli merasa dosis ini masih terlalu tinggi) dan untuk dosis tunggal tidak lebih dari 650 mg (Hasibuan, 2009).
Selain itu karena kombinasi parasetamol dan alkohol bisa meracuni liver, maka orang yang mengonsumsi lebih dari tiga gelas minuman beralkohol disarankan untuk mengurangi asupan parasetamol dari dosis biasa.
Konsumen juga diharapkan mewaspadai kemungkinan over dosis karena mengonsumsi beberapa jenis obat yang mengandung parasetamol secara bersamaan untuk mengurangi gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri menstruasi, atau influenza.
Lalu, sebatas apa parasetamol boleh digunakan? Menurut peneliti, penggunaan parasetamol satu kali sebulan atau lebih dengan dosis tingi, mampu meningkatkan risiko asma sebanyak tiga kali. Penggunaan parasetamol yang dinilai cukup (medium) didefinisikan sebagai penggunaan sebanyak satu kali setahun atau lebih, tetapi kurang dari satu kali sebulan.
Peringatan diatas bukannya tanpa alasan sebab walaupun parasetamol kelihatan seperti obat yang jinak, namun dibalik semua itu terdapat banyak efek samping yang perlu diwaspadai. Tetapi hal tersebut tidak usah terlalu dikhawatirkan, asal diminum sesuai dengan anjuran maka efek samping tidak akan pernah muncul dan walaupun muncul, derajatnya sangat ringan.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Parasetamol
Walaupun sebenarnya obat ini bisa dibeli dengan bebas di warung warung, tetapi dalam penggunaanya tentu saja harus tetap memperhatikan pakem atau dosis yang dianjurkan. Jangan pernah coba coba minum obat ini melebihi dari dosis yang dianjurkan bila ingin selamat. Jangan pula meminum obat ini selama lebih dari 10 hari berturut turut tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat ini juga jangan sembarangan diberikan pada anak dibawah 3 tahun tanpa terlebih dahulu meminta saran dari dokter (Tahitian, 2010).
Segera ke dokter bila salah satu dari tanda berikut muncul setelah anda minum parasetamol. Tanda tanda itu antara lain : terjadi perdarahan ringan sampai berat, keluhan demam dan nyeri tenggorokan tidak berkurang yang kemungkinan disebabkan oleh karena infeksi sehingga perlu penanganan lebih lanjut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani pengobatan dengan parasetamol antara lain, sebelum minum parasetamol, sampaikan ke dokter anda kalau anda sebelumnya pernah mengalami alergi setelah mengkonsumsi parasetamol atau alergi yang disebabkan oleh sebab lain. Selain itu, informasikan pula ke dokter bila anda mempunyai riwayat penyakit khronis seperti penyakit hati, ketergantungan alkohol, dan lain lain. Paracetmol dapat merusak hati, maka bila ditambah dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan maka akan mempercepat terjadinya kerusakan hati.
Penelitian yang dilakukan serta hasil yang telah dipublikasikan tidak bertujuan untuk menakut-nakuti konsumen, namun agar mereka berhati-hati dalam menggunakannya untuk jangka panjang.
Selain itu bagi para peneliti, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pengobatan lain dalam mengatasi rasa nyeri, yang tidak berbahaya bila digunakan untuk waktu yang lama.




DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Rusli. “Parasetamol Tak Seaman yang Dikira.” http://www.untukku.com/artikel-untukku/parasetamol-tak-seaman-yang-dikira-untukku.html (diakses tanggal 6 Juli 2011)

Sunanda, Ade. “Bahaya Penggunaan Parasetamol.” http://obatherbal.adesunandar.com/2011/03/bahaya-penggunaan-parasetamol/ (diakses tanggal 6 Juli 2011)

Tahitian, Noni Jush. “Dampak Negatif Parasetamol Bagi Kesehatan.” http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=192108297478117 (diakses tanggal 6 Juli 2011)

Selasa, 07 Februari 2012

DAUN SIRSAK, SANG PEMBUNUH SEL KANKER

KANKER menjadi momok banyak orang di seluruh dunia hingga kini. Saat banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata menyimpan keunggulan ini.
Sirsak atau yang juga dikenal dengan nama lain seperti Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda)  guanabana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa, adalah jenis buah yang cukup familiar dan banyak digemari masyarakat. Disamping menyehatkan, buah sirsak kaya akan kandungan zat gizi, karbohidrat, air, gula pereduksi, asam malat, asam sitrat, asam isositrat, vitamin C mineral (fosfor dan kalsium) dan serat pangan (Yulianti, 2011)
Nangka sabrang, sebutan lain Annona muricata, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Sirsak, buah berbiji hitam dengan jumlah banyak dalam 1 buahnya. Dengan serat yang sangat nyata, rasa sedikit asam, membuat kelenjar air liur keluar sebelum memakannya, sangat lezat ketika dicampur gula. Pohon sirsak dengan daun yang begitu lebat ternyata merupakan pohon yang luar biasa.Tanaman ajaib ini meruoakan sebuah anugerah yang memberi dampak kehidupan di seluruh dunia, dan kekayaan alam ini bisa dengan mudah kita temukan di penjuru Indonesia.
Salah satu manfaat yang paling menonjol dari sirsak adalah sebagai obat antikanker terbaik yang pernah ditemukan. Beberapa herbal telah diketahui memiliki manfaat sebagai penjinak kanker. Dari banyak herbal tersebut sirsak punya keunggulan dibanding yang lain. Sifatnya yang istimewa ini yang membuat penemuan sirsak untuk mengatasi kanker disembunyikan bertahun-tahun oleh perusahaan farmasi.
Penasaran dengan semua manfaat dan keunggulan sirsak sebagai sang pembunuh sel kanker? Berikut ini akan dijelaskan semua hal mengenai buah berkhasiat hebat ini mulai dari pertama kali ditemukan hingga penggunaannya sebagai terapi kanker terbaik.

Sejarah Penemuan Khasiat Sirsak Sebagai Obat Antikanker
Semua itu berawal dari penelitian di Universitas Purdue, Amerika Serikat, yang berhasil membuktikan buah sirsak efektif membunuh sel-sel kanker.
Para ilmuwan dari Amerika Utara mempelajari pohon legendaris yang memiliki kemampuan penyembuhan ini. Melalui puluhan tes in vitro, para ilmuwan menemukan kemampuan daun Sirsak untuk membunuh sel-sel ganas pada 12 jenis kanker yang berbeda, termasuk usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan kanker pancreas (Susanto, 2011).
Penelitian laboratorium menunjukkan hal itu terjadi 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh sel kanker usus besar daripada adriamycin, obat kemoterapi yang umum digunakan. Daun Sirsak (Graviola), tidak seperti kemoterapi, dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat (Susanto,2011).
Secara ilmiah, kemampuan daun sirsak ini sebagai obat penyembuh kanker sebenarnya sudah berhasil di analisa oleh para ahli farmasi di Amerika pada medio tahun 1976. Hal ini didukung oleh sebuah tulisan yang tercantum dalam sebuah memo internal di National Cancer Institute pada tahun 1976, "sebuah pohon dengan kekuatan penyembuhan akan diketahui oleh publik Amerika sekitar tahun 2000, setelah jutaan nyawa sudah hilang karena kanker dan  efek penolong terbesar, kemoterapi" (Susanto,2011).
Di Asia, penelitian serupa dilakukan di Korea Selatan. Suatu studi yang dipublikasikan dalam the Journal of Natural Products menyatakan, studi yang dilakukan di Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia bernama annonaceous acetogenin yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker yang berkembang di usus besar (Yulianti,2011).
Beberapa bagian dan pohon ini, seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah, dan bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku bangsa itu. Graviola atau sirsak diyakini masyarakat Amazon sebagai obat sakit jantung, asma, gangguan fungsi lever (hati), dan rematik.

Khasiat, Kandungan, dan Sifat Kimawi Daun Sirsak
Hampir semua bagian dari pohon sirsak, mulai kulit kayu, akar, daun, daging buah, hingga bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku Indian di Amerika Selatan. Beberapa gangguan kesehatan di antaranya sakit jantung, asma, masalah lever (hati), dan rematik diatasi dengan sirsak.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, dan efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing. Sirsak juga efektif menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem saraf yang terganggu.
Fakta empiris tersebut menarik perhatian suatu perusahaan yang kemudian mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka tes terhadap sirsak. Hasilnya sangat mencengangkan. Berikut hasil temuan ragam khasiat pohon sirsak:
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif, tanpa konsekuensi rasa mual, berat badan turun, atau rambut rontok, seperti yang biasa terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan. • Meningkatkan energi dan membuat penampilan fisik membaik.
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker. Di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang umum digunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya °memburu” dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membasmi sel-sel sehat.
Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun kerontokan rambut dalam jumlah besar (Anonim,2011).
Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat (Anonim,2011).
Di Indonesia, sirsak sebagai obat alami juga sudah lama dikenal. Dosis yang pernah dicoba para terapis herbal untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua direbus dengan 3 gelas air (600 cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan airnya diminum setiap pagi (ada beberapa pasien yang minum pagi-sore) (Anonim,2011).
Efek dari konsumsi rebusan daun sirsak adalah perut terasa hangat atau panas, lalu badan akan berkeringat deras. Perlu dipahami bahwa penggunaan ramuan herbal tidak berkhasiat langsung atau cespleng alias sembuh seketika seperti efek yang ditawarkan obat kimia. Artinya, butuh kedisiplinan untuk minum ramuan selama 3-4 minggu.
Penemuan yang mencolok dari studi tersebut adalah bahwa zat antikanker itu juga mampu menyeleksi dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh.
Bandingkan dengan kemoterapi, yang selama ini digunakan untuk mengobati penderita kanker yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat. Sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis dalam kemoterapi. Dampaknya, timbul efek negatif berupa rasa mual, rambut rontok, dan penurunan berat badan secara drastis.
Selain itu, keampuhan buah sirsak adalah melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan. Dampaknya bagi penderita kanker adalah energi mereka semakin meningkat dan penampilan fisik semakin membaik.
Masyarakat adat dari hutan Amazon telah menggunakan kulit kayu, daun, akar, bunga, buah, dan biji dari pohon Sirsak (Graviola) selama berabad-abad untuk mengobati penyakit jantung, asma, prob hati memiliki kualifikasi, dan arthritis. Selain itu daun Sirsak juga dikenal sebagian masyarakat dunia sebagai obat alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti cacingan, hipertensi, lever, malaria, bronchitis, kencing manis (diabetes), sembelit, asam urat, dan juga memberikan perlindungan pada sistem imun tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan.

Dosis aman Daun Antikanker
.           Prof. Evrizal AM Zuhud, pendiri Pusat Biofarmaka IPB menjelaskan bahwa dosis daun sirsak tidak bisa dipukul rata untuk semua orang dan semua jenis penyakit. “Kandungan acetogenins, zat aktif dalam sirsak yang diklaim mengendalikan kanker pasti berbeda untuk setiap lokasi tumbuh,”  katanya.
“Daun sirsak untuk obat sebaiknya diambil dari tanaman pekarangan yang tumbuh di dataran rendah, sekitar 50m dpl.” Kata Prof. Sumali, guru besar Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia. Itu karena tanaman yang tumbuh di dataran rendah mendapatkan intensitas matahari yang lebih tinggi  sehingga zat aktif lebih banyak terbentuk. “Sebaiknya daun diambil dari pohon sirsak yang sudah berbuah agar zat kimia yang terkandung di dalamnya lebih lengkap,” lanjutnya.



Penggunaan Daun Sirsak Untuk Pegobatan Kanker
            Resep pengobatan kanker dengan menggunakan daun sirsak adalah dengan cara 10 lembar daun sirsak yang tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu.
Anda perlu ingat, mengonsumsi herbal tak secepat obat kimia, butuh kesabaran dan kedisiplinan untuk meminum ramuan tersebut dan menjalani gaya hidup sehat. Tak ada pola tunggal untuk menjaga kesehatan atau mengobati penyakit Anda.  Selain itu, bila Anda memiliki riwayat penyakit serius, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda saat akan mengonsumsi ramuan herbal ini.
Mengingat keampuhan tersebut, alangkah indahnya jika hasil penelitian ilmiah bisa diketahui publik dan menjadi dasar digunakannya sirsak sebagai obat kanker, agar memberi secercah harapan bagi para penderita penyakit yang mematikan ini.




DAFTAR PUSTAKA

Yulianti, Fitri. “Khasiat Daun Sirsak.” http://www.okezone.com/ (diakses tanggal 7 Juli 2011).

Susanto, Budi. “Sirsak Sebagai Obat Alami Penjinak Kanker.” http://www.kabarsehat.com/ (diakses tanggal 7 Juli 2011)

Anonim.“Obat Kanker, Salah Satu Khaisat Sirsak.” http://www.kesehatankeluarga.com (diakses tanggal 7 Juli 2011)